Congratulations on Completing First Week #winlifeback

And already lost 2,7 kgs. Seharusnya ini post untuk kemarin. Tapi karena (lagi-lagi) ketiduran, yabegitulah.

Breakfast (10 am) : oatmeal, oatmeal porridge, pepaya

Lunch (1 pm) : nasi,ikan,sayur +-100 gram, 2 soyjoy bar

Dinner (5 pm) : jambu air, soyjoy lagi.

Total kalori: 1294 cal. Ya, kelewatan lagi.

Scale (hari ini jam 6am) : 75,8 kg

Rencananya mulai hari ini hingga seminggu kedepan mau penambahan pola. Dengan jumlah kalori yang sama, tapi dengan penambahan pola diet yaitu OCD. Saya akan ambil rentang makan 7 jam yaitu dari 11 siang-6 sore. Katanya cara makan yang dibikin rentang kayak gini tu bisa membuat enzim pencernaan dan hormon dalam tubuh bekerja maksimal.

Let’s see ya. Semoga istiqamah. Ganbatte, Anna!

Ini foto dari MyFitnessPal. Sebenarnya gak nyampe 3 kg sih, tapi mungkin ada perhitungan sendiri apa gimana gak tau juga ya. Yang benernya baru 2,7 kg (78,5-75,8).

Advertisements

Weekend #winlifeback

Hari ini lari lagi. Kali ini sama ghiya. Meskipun dia banyak curhatnya daripada larinya. Tapi teteup berkeringat walau cuma satu puteran.

Setelah capek lari diajak makan bakso 😥. Dasar imannya masih lemah. Jadilah ternikmati jg semangkuk bakso tok.

Breakfast (8am) : oatmeal, oatmeal porridge, pepaya

Lunch (11am) : singkong goreng

Dinner (6pm) : bakso tok

Total kalori: 1194 cal

Scale (11pm) : 76,5 kg (naek lagi gegara bakso)

See u progress esok hari di tepat hari ke-7!

Postingan yang tertunda #winlifeback

Kemarin so random. Dari yg ngajakin jogging pagi tapi gak jadi. Trus sorenya diajakin makan makanan “berdosa”. Akhirnya malam ditutup dengan ritual penebusan dosa. Saking capeknya habis itu, pulang-pulang langsung tepar. Gak nimbang, gak laporan, jadi gak tau berapa track record bb semalam. Jadinya bangun pagi ini deh nimbangnya.

Ini dia resume kemarin:

Breakfast (8am) : oatmeal dan pepaya

Lunch (1pm) : 1 slice roti dan 1 fried mackerel

Dinner (4pm) : tumisan ceker, cuanki, mie tek tek, eskrim. Ini nih dosa yang dimaksud, tapi semua itu gak saya makan sendiri, bagi tiga ama yg lain.

Snack : xylitol 2 piece

Total kalori : 1244 cal. Udah kelewatan. I know.

Scale (hari ini 6am) : 76,2 kg

Ritual penebusan dosa dinner tadi adalah.. lari! Malam-malam pula berdua ama si tika. Sekitar 30 menit ditambah workout-workout yang lain kayak plank, lunges, tiduran kaki ke atas dinaik-turunin (gak tau apa namanya). Tapi semua itu worth it, banjir keringat, dan pulangnya langsung tidur nyenyak.

Lari malam ini gak direncanain, tiba-tiba aja entah ide darimana. Sehabis makan eskrim, merasa bersalah,ajak lari, dan tika pun mau 😆. Emang yang gak direncanain tuh pasti jadi. Sedangkan yang direncanain pasti selalu jadi juga, jadi wacana aja.

Yaaap sedikit demi sedikit.. pelan-pelan.. tapi konsisten.. ya gak?

Laporan lagi #winlifeback

Hari ini godaan terberat ketika diajak makan mie kocok sama inyak sendiri. Sebagai anak berbakti saya harus temani, yah gimana lagi. Tapi teteup, sehari hanya 1200 cal.

Mau makan apa juga ada konsekuensinya. Akibatnya setelah makan mie kocok tadi saya gak makan apa2 lagi sampe menjelang tidur ini. Plus, yoga juga sejam buat mengurangi rasa bersalah.

Begini penampakan sarapan pagi..

Dan begini penampakan makan siangnya 🙈🙈..

Breakfast(8am) : quaker oats dan quaker porridge dicampur

Lunch (11am) : mie kocok sabena dan perkedel kentang

Snacks (10am, gegara kawanin inyak ke nikahan) : risol, bakpao, kacang asin goreng

Dinner : no

Total kalori: 1146 cal

Scale (11.30 pm) : 76.8 kg

I like to move it move it~~

Berkelana Seorang diri di Taipei Tanpa Internet

Sebagian besar orang Indonesia yang ada di Taipei sebagai pekerja (TKI), dan sebagian lagi sebagai pelajar (mahasiswa S2/S3), jarang-jarang ada yang jadi turis kayak saya. Taiwan bukan pilihan destinasi utama untuk berwisata bagi orang Indonesia. Tapi kali ini saya cuma mau berbagi aja pengalaman menjadi turis kere selama disana. Dan jadi turis disana tuh susah susah gampang. Susahnya karena sedikit sekali orang Taiwan yang bisa bahasa Inggris, tapi bisa diakali dengan beberapa cara simpel.

Selama di Taipei sekitar hampir sebulan, ada beberapa hari dimana saya jalan-jalan menyusuri kota sendirian, tanpa kartu sim Taiwan dan paket data sama sekali, tanpa guide, dan tanpa kendaraan pribadi, semuanya naik kendaraan umum sendiri (bus, MRT, You Bike). Bagaimana caranya saya bisa berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa koneksi internet di hp? Nah ini dia tipsnya…

  1. Cari wifi gratis.
    Kalo saya, alhamdulillah ada wifi gratisan di tempat saya tinggal selama di Taiwan (rumah abang,red). Jadi bagi turis yang mungkin mau cari cara hemat juga bisa cari tempat penginapan di Airbnb yang udah include sama wifinya. Tapi kalau keluar dari rumah, pasti adakalanya kita butuh internet juga kan?

    Nah, salah satu hal yang saya sukai dari Taipei adalah kemudahan dalam menemukan wifi gratis. Ada 2 tempat langganan saya untuk menemukan wifi: di Seven Eleven (Sevel) dan Payphone (telepon umum). Kedua alternatif ini dapat ditemukan tersebar hampir di seluruh Taipei. Disana Sevel dan Family Mart sama kayak Indomaret dan Alfamart disini, keduanya saling deketan, dan ada dimana-mana. Hanya saja saya lebih sering menemukan wifi di Sevel dibanding Family Mart. Hampir di semua sevel ada wifi gratisnya, seringnya langsung terkonek tanpa minta password. Tapi kalo minta password, ya berarti harus nanya ke pegawainya, tapi gak mungkin kan ya nanya password tapi gak belanja disitu? Jadi ya beli aja dulu minimal satu barang, pas bayar tanyain passwordnya. Semoga aja kasirnya gak bilang kalo wifinya lagi rusak, wkwk. Soalnya saya pernah gitu, udah ngecek ada wifi, sinyalnya kenceng, tapi minta password. Pas belanja,mau bayar trus nanya password eh dibilang lagi rusak. Nasiblah ~

    Lain halnya dengan telepon umum. Kalo alternatif yang satu ini bisa dibilang tingkat probabilitas untuk ditemukan wifinya cukup tinggi. Tinggal cari aja halte bus atau stasiun MRT. Dimana ada halte bus pasti ada telepon umum. Didalam stasiun MRT pasti ada telepon umum. Tapi gak sembarang telepon umum yang ada wifinya, biasanya cuma telepon umum yang baru (warnanya biru) yang ada koneksi wifi. Kalo nemu telepon umum yang warna lain, dicoba aja dulu deket-deket, kalo terdetek wifi tinggal pilih untuk bisa terkoneksi. Kalo gak terdetek wifi disitu berarti harus nyari telepon umum lain atau sevel.

    Setelah menemukan wifi, barulah bisa untuk melakukan tips-tips selanjutnya.

  2. Download offline maps untuk area Taipei
    Langkah pertama yang wajib dilakukan setelah menemukan wifi adalah download offline maps. Caranya di hp android kan udah ada Google maps, kalo misal gak ada silahkan download dulu di play store.Tinggal buka Google maps, klik 3 garis di sudut kiri atas, pilih Offline Maps. Pilih Select Your Own Map. Google maps akan mengkotakkan area dimana kita berada (seluruh kota Taipei). Lalu klik Download. Tunggu hasil download selesai, selanjutnya kita dapat melihat detail dan melakukan pencarian tempat di kota Taipei kapanpun tanpa perlu terkoneksi dengan internet. Kekurangan dari offline maps ini, kita gak bisa cari directions. Jadi untuk menemukan rute, harus naik kendaraan umum apa-apa aja, adalah dengan melakukan tips nomor 3.
  3. Download aplikasi BusTracker Taipei
    Aplikasi ini dapat menemukan keberadaan kendaraan umum di Taipei seperti bus, MRT, dan You Bike. Aplikasi ini memang butuh internet untuk melakukan pencarian, yang mana bisa kita gunakan jika ketemu wifi gratis tadi. Akan tetapi jika tak menemukan wifi, aplikasi ini tetap akan sangat berguna. Karena bagi saya cuma perlu peta MRT saja, dan kita bisa kemanapun di Kota Taipei tanpa perlu takut nyasar. Peta MRT pada aplikasi ini dilengkapi dengan harga yang perlu kita bayarkan untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Jadi, jika saya bertualang sendiri, saya akan memilih naik MRT karena lebihh pasti dan bisa dibaca dalam alfabet.

    Cara menggunakan aplikasi ini untuk mengecek ongkos MRT adalah dengan klik di satu titik dimana kita berada, kemudian klik satu titik lagi di tempat tujuan kita. dan harganya tertulis di titik tujuan tsb.

  4. Download Google Translate offline untuk bahasa Inggris, Indonesia, Chinese (Traditional), dan Chinese (Simplified)
    Tinggal buka Google translate, klik 3 garis di sudut kiri atas, dan klik Offline Translation. Pilih 4 bahasa ini untuk didownload. Dan google translate sudah dapat digunakan untuk menerjemahkan keempat bahasa tadi tanpa perlu konek ke internet. Tapi cuma tulisan ya, belum support offline untuk voice translation.Saya kemarin itu mau cari onigiri yang isi tuna di Sevel, tapi tulisannya cina semua, dan kebawah pula bukan ke samping. Kalo pake Google Translate Chinese dengan scan tulisan (pakai kamera), hasilnya tidak terbaca. Solusinya adalah dengan bertanya pada mbak-mbak Sevel. Kalo mbaknya gak ngerti bahasa inggris, tinggal buka Google translate untuk terjemahkan dari Chinese (Traditional) ke bahasa Indonesia (yang mana kedua bahasa ini udah didownload kan tadi). Tap, muncul keyboard untuk mengetik. Tapi karena keyboard kita gak support bahasa mandarin, maka di atas keyboard sebelah kanan ada kayak icon keyboard, klik icon tsb dan muncul pilihan keyboard atau handwriting. Pilih handwriting. Kemudian suruh aja mbaknya untuk nulis pake tulisan tangan. Terjemahkan. Selesai deh. Aplikasi ini sangat membantu saya untuk berinteraksi dengan orang Taiwan.

Sekian dulu tips dari saya untuk bisa berkelana di Taipei tanpa koneksi internet yang selalu ready di HP. Kalo punya paket data lebih mudah sebenarnya, bahkan sekarang Google translate udah improve jadi ada fitur conversation, yang mana memungkinkan kita untuk melakukan percakapan dengan orang yang berbeda bahasa. Google translate akan menerjemahkannya secara real time.

Btw kenapa saya gak beli kartu SIM aja? Waktu itu karena pertimbangan harga, muihil. Belakangan di akhir-akhir keberadaan saya di Taipei, barulah saya tau dari teman kalo ada kartu AS 2 in 1 internasional yang support di beberapa negara yang banyak TKI nya seperti Taiwan, Malaysia, Singapore hanya seharga 200 NTD kalo gak salah.

Begitulah, nyari yang murah tapi ribet, padahal ternyata ada yang gak ribet tapi bisa tetap murah. Mau gimana juga namanya tetep pengalaman :D.

Sampai jumpa di postingan tentang Taiwan berikutnya 🙂

IMG20180208175828.jpg

Chiang Kai Shek Memorial Hall

Makan dan olahraga #winlifeback

Tetep gak lebih dari 1200 cal. Olahraga juga mayan banget hari ini yoga sejam.

Breakfast (8 am): Quaker oatmeal instant, ikan kembung kecil goreng,dan sebuah sawo.

Lunch (3 pm): pan fried mackerel ( ikan kembung dimasak diatas teflon cuma dengan sekali semprot minyak aja, itu aja gak dipakein apa2), sebuah sawo.

Snacks: chick peas, 1 slice bolu ubi, dan 1/5 daging kelapa muda.

Dinner (6 pm): 1 pempek kapal selam 😨

Water : 2500 ml

Total kalori: 1095 cal

Scale (8 pm): 77,6 kg

Hwaiting!

Second Day of #winlifeback

Sepanjang hari ini juga berhasil untuk menahan godaan untuk tidak melebihi batas maksimum kalori untuk dikonsumsi. Btw saya ngitung kalori pakai aplikasi calorie counter yang namanya MyFitnessPal. Aplikasi ini jempolan karena dia punya database jumlah kalori untuk makanan apapun baik makanan homemade ataupun produk ber-merk (bisa scan barcode juga), lengkap sekali.

Sejujurnya hari ini tuh agak sedikit mengecewakan, karena saya tergoda pas diajak teman makan di luar. Alhasil saya pesan jus alpukat (dengan susu kental manis dan gula pastinya), dan sepiring fish and chips. Ini dia bentukannya.

Jadilah saya menerka-nerka, kira2 berapa kalori untuk ini semua.

Positifnya, setelah menghabiskan kesenangan sesaat itu, saya pun merasa bersalah dan melakukan yoga di rumah. Lumayan bikin berkeringat dan membakar kalori (walau mungkin tak seberapa, tapi seenggaknya udah usaha).

So inilah laporan untuk hari ini.

Breakfast (8 am) : Quaker instant oatmeal, yellow watermelon 2 slice, green apple 1 small.

Lunch (1 pm) : fish and chips, avocado juice.

Dinner : no. Abisin jatah air putih aja. Karena jatah kalori udah abis 😅

Water : 2000 ml

Total kalori : 1111 cal

Scale (9 pm) : 78,1 kg

Done, sampai jumpa besok!