Nonton HUT NET 2.0

Thanks to Mbak Dian, Lia dan Syifa, karena kalian aku bisa nonton HUT NET TV yang kedua! Horeeeeee!

ย The Complete Story will be told soon..

Advertisements

Ada Wahana Baru di Ancol (Part 2)

Berhenti mengeluh tidaklah cukup. Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup. Semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini. Lakukan aksi nyata. Sekarang.

Ini adalah tagline yang saya kutip dari website Indonesia Mengajar, pertama kali membacanya entah kenapa saya merasa tertusuk-tusuk (halah!). Bagaimana tidak, saya merupakan salah satu orang yang melakukan 2 kegiatan di atas : suka mengeluh dan sering berpikiran negatif dan pesimis tentang banyak hal, tapi kemudian insaf, berhenti menjelek-jelekkan sehingga sebagai gantinya saya berusaha mengubah mindset dan fokus ke hal-hal positif yang dihasilkan bangsa sehingga jadi seringย  menyemangati diri dan lingkungan. Tapi ternyata yang saya lakukan dikatai TIDAKLAH CUKUP. Waahh saya jadi bingung seharusnya bagaimana…

Kebingungan saya terjawab di akhir tagline : “semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini. Lakukan aksi nyata. Sekarang.” Wah, ternyata tidak sekedar menyajikan tagline yang menohok, Indonesia Mengajar juga memberitahu orang-orang yang pesimis akan nasib bangsa ini bahwa “ini lho salah satu caranya untuk mengubah bangsa menjadi lebih baik”. Mereka memfasilitasi orang-orang yang peduli untuk menyalurkan kepeduliannya dengan cara yang menyenangkan.

Indonesia Mengajar dengan kreatifnya mengemas ‘kerja bakti’ menjadi wahana permainan yang menyenangkan di Festival Gerakan Indonesia Mengajar. Ada 11 wahana di dalam FGIM : Surat Semangat, Video Profesi, Melodi Ceria, Teater Dongeng, Sains Berdendang, Kepingpedia, Kartupedia, Kemas-kemas Sains, Kotak Cakrawala, Photobooth, dan Aula Indonesia.

Naaah wahana apa aja yang saya dan mbak Gita coba? hehehe, sebenernya sehari sebelumnya kami udah mengagendakan bakal masuk ke semua wahana FGIM, dengan semangatnya membagi slot waktu semaksi mungkin dengan perkiraan tiba di Ancol tepat waktu untuk bisa ikut semua wahana dan pulang sebelum jam 5. Tapi apa daya… kenyataan hidup di Jakarta memang berat, kami tiba di Ancol pukul 12 siang dan langsung mencari musholla atau mesjid. Selesai shalat, barulah cao masuk ke FGIM!

Pertama masuk, layaknya siswa, kami diorientasi dulu, diberi kata sambutan oleh CEO Indonesia Mengajar Bapak Hikmat Hardono melalui video. Setelah itu dibriefing tentang keselamatan dan prosedur evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Setelah itu kami dipersilahkan masuk dan pertama kali wajib masuk ke wahana Surat Semangat!

DSC_0900Di wahana pertama ini kami diberi papan alas, kertas, amplop surat tujuan, dan dipersilahkan mengambil pulpen, pensil warna, spidol, dan krayon, bisa divariasikan sekreatif mungkin. Di wahana ini outputnya adalah surat yang ditujukan ke adik-adik SD pelosok yang nantinya diharapkan akan membalas ke alamat kita yang menuliskannya. Jadi semacam jadi sahabat pena. Lucu ya, saya seumur-umur belum pernah berkirim surat ke orang yang belum dikenal. Tapi kemarin ini saya menuliskan surat ke adik-adik di SDN Tulang Bawang Lampung mengalir saja, tanpa pikir panjang saya tak sadar kalo saya sudah banyak bercerita. ๐Ÿ˜€

Setelah menyelesaikan surat semangat, saya dan mbak Gita menuju ke Kepingpedia! Disini kami berlomba dengan kelompok lainnya untuk membuat puzzle dari kertas karton tebal yang sudah disediakan. Puzzle nya dari mulai peta dunia, persebaran hewan, tubuh manusia, dan lain sebagainya. Langkah pertama kita harus menuliskan note semangat di sudut-sudut dan pinggiran puzzle, setelah beres barulah boleh mengguntingnya menjadi 20 bagian.

DSC_0903 DSC_0907

Ada wahana baru di Ancol (Part 1)

Yap! pada gak tau ya kalo di Ancol baru buka wahana baru? Baiklah tugas sayalah untuk memberitahukannya walaupun telat banget. Karena wahana ini juga udah ditutup tanggal 6 kemarin walaupun bukanya baru tanggal 5. Semoga wahana ini dibuka lagi tahun depan, dan tahun depannya lagi, dan tahun depannya lagi. Dan lagi, kalo beli tiket masuk wahana ini ga perlu bayar tiket masuk ancol lagi, jadi udah sepaket.

tiket sayaNah.. inilah wahana teredukatif di Ancol hari itu, namanya Festival Gerakan Indonesia Mengajar! Wah.. apa itu??

Bagi yang belum tau Indonesia Mengajar, ini merupakan gerakan yang dibentuk oleh Rektor Universitas Paramadina, Bapak Anies Baswedan. Gerakan ini bersifat non-profit dengan visi kemerdekaan yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Gerakan ini menghimpun anak-anak muda berprestasi dari seluruh penjuru negri untuk meluangkan satu tahun pasca pendidikan strata 1 nya untuk mengabdi pada bangsa dengan cara mengajar. Mereka harus siap ditempatkan di Sekolah Dasar daerah-daerah pelosok dan dituntut untuk bisa memberikan pengaruh positif dan luar biasa untuk perkembangan pendidikan anak bangsa.

Indonesia Mengajar ini sudah ada sejak tahun 2009 dan baru di tahun 2013 ini diadakan Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM). Apa pula FGIM ini? Naah FGIM ini sendiri kalo saya definisikan sebagai gabungan antara pameran, wahana bermain dan belajar, konser, workshop, seminar, pokoknya dengan bayar Rp45000 saja pulang-pulang kita bisa merasakan sensasi senangnya kayak habis nonton konser, telaten dan sigapnya kayak habis ikut workshop, dan thoughtful nya kayak habis ikut seminar keagamaan/muhasabah sampe-sampe sepanjang perjalanan pulang ke Bandung saya jadi banyak merenung.

Apa aja sih yang ada di FGIM ini?? ada sekitar lebih dari 300 relawan panitia yang sangat aktif dan ekspresif (wow!) lebih dari 9000 relawan peserta yang pada excited (salto!), 11 wahana yang salah satunya paling cetar di atas panggung Aula Sekolah dipandu MC-MC kece dan instruktur senam yang sangat energik (asek!), overall pengalaman yang didapat selama seharian di dalam gedung EcoPark ini sangat berkesan. Tentang keseruan-keseruan selama di FGIM bakal saya ceritain di post selanjutnya. ^_^

Ada wahana baru di Ancol

Sudah 3 hari saya absen menulis, dikarenakan kondisi yang drop abis bolak-balik Bandung-Jakarta-Bandung dalam sehari. Oleh karena itu saya hari ini saya akan post 4 tulisan sekaligus (ceritanya lagi banyak yang pengen dishare ๐Ÿ˜€ ).

Naah, ada apa 3 hari yang lalu sampe-sampe saya gak nulis? Tiga hari yang lalu itu tepatnya tanggal 5 ga ada apa-apa sih di kosan saya, ga ada apa-apa juga yang menimpa saya, cuma murni kelupaan aja -_- *ditendang*. Awalnya karena bangun kesiangan, jadi males jogging akhirnya males report kalo hari ini gak ada achievement lari (yang ekspektasinya melebihi 5 kali putaran danau galau). Yaudah akhirnya mikir-mikir bagusnya ngepost apa, pas pulang kuliah ternyata ada urusan KP, pulang-pulang mau begadang buat ngepost eh malah ketiduran. Bangunnya jam 00.12 WIB -__________-. Mending ga kebangun aja.

Nah di tanggal 6 itu, saya ada agenda khusus (halah!) dengan mbak Gita buat ke Ancol. Ada apa di Ancol? Mau berenang-renang? Mancing ikan? Masuk wahana Dufan? Seaworld?

Waahhh maunya sih juga gituu, tapi berhubung budget terlalu tidak mendukung dan males banget saya harus jauh2 dari bandung buat ngabis-ngabisin duit dan tenaga seharian buat wahana-wahana yang selalu available tiap saat, jadinya saya masuk wahana termurah, terbagus, terinspiratif, terdidik, dan tercemerlang di Ancol hari itu. Apa sih wahana baru ituuuu? Coming soon di post selanjutnya ๐Ÿ˜€

Lari Pagi

Udah sebulan aku bersama Dilla rutin lari pagi minimal seminggu 2 kali. Biasanya kami lari dari pukul 06.00 sampai 06.30 atau 07.00. Kadang kalo ada senam pagi di kampus bisa sampe jam 08.00 atau bahkan 09.00. Pertama-tama banget dulu sekitar tanggal 10 September 2013 aku dan Dilla lari bareng. Komitmennya bakal lari setiap hari mengitari danau galau, walau badai menghadang, angin menerjang, kita akan tetap lari pagi. Deal.

Tapi ternyata kenyataan tidak selalu seideal perjanjian awal. Ada aja rintangannya sehingga agenda lari pagi gak terealiasasi setiap hari. Dari mulai gak enak ngebangunin (padahal alibi dari *tiba2 sindrom malas menerjang*ย  -_- ), datangnya tamu bulanan Dilla, datangnya tamu bulananku, sakit gejala tipes kemaren ini, dan lain2 sebagainya. Kalau ditotal mungkin nyampe sepuluh hari kami lari-lari gini, ada yang serius ada yg kagak, nah.. yang aku ingat yang serius2 aja, nih rekapannya.

  • Lari pagi hari pertama : aku lari 1 kali, jalan 1 kali (masih malas, cepat capek dan ngos-ngosan -_- ), Dilla 4 kali lari, 2 kali jalan.
  • Selanjutnya : aku lari 2 kali, jalan 1 kali. Dilla 4 kali lari, 2 kali jalan.
  • Kali berikutnya : aku lari 3 kali, jalan 1 kali. Dilla 4 kali lari, 2 kali jalan.
  • Selanjutnya : aku lari 2 kali, jalan 1 kali (merosot lagi -_- ), Dilla 4 kali lari, 2 kali jalan.
  • Hari ini : aku 5 kali lari, 2 kali jalan, Dilla 5 kali lari, 2 kali jalan.

Wiiiiiihhh luar biasaaaaa Anna Meutia, ternyata bisa menyamai Nurfadillah… selamat selamat T_T *self congratulate*. Aku gak sanggup bayangin, awalnya lari pagi itu terasa berraaaaaattnya na’udzubillah, sekali keliling aja udah hampir collapse, muka pucat, dada narik napas kencang2, selesai keliling sekali langsung tepar. Kalo sekarang? meh, itu mah gampiil… ๐Ÿ˜€

Entah kenapa ya melihat Dilla yang bisa konstan begitu memacu adrenalinku (halah) untuk bisa seenggaknya menyamai jumlah kelilingnya dia. Pas aku tanya dia kok sanggup konstan begitu, jawabannya malah begini “Pas dulu banget aku lari pagi 4 kali putaran rasanya capek banget, sekarang udah biasa aja na.” Waah jawabannya membuatku menganga, sekali putar aja rasanya mau pingsan, dia malah bilang biasa aja. What the…

Nah, di akhir September kemarin tanggal 23-24 ada donor darah di Plasa MSU, aku udah pernah donor 3 kali, pas niatnya mau donor lagi ditensi sama petugasnya, trus dia bilang, “Maaf mbak, gak usah donor dulu ya, tensinya rendah, cuma 90/60”. hooo mungkin ini juga sebabnya kenapa aku gak sanggup lari kemarin-kemarin itu. *angguk-angguk*

Mengingat-ingat masa lalu pas masih ada Nilam dan Mbak Gita, kami mencanangkan program lari pagi setiap hari demi kesehatan dan kebugaran (dan pemberantasan lemak), tapi sedihnya cuma dua atau tiga kali terealisasi, mungkin karena pengaruh dari jargon yang terlalu berapi-api juga : “Kita anak kost orang kaya, TAK KENAL BULLSHIT!”, di endingnya malah we know bullshit so well wkwkwk.

==================================================================

Pagi ini pas abis lari dan senam pagi di STISI, akhirnya pulang dengan keringat bercucuran, rasanya jadi lebih bugar. Kalo besok jadi 6 kali lari 2 kali jalan sanggup gak ya??

Pokoknya, besok musti lari pagi lagi! Ayok suhu Dilla! ^_^