Tentang Menunda-nunda

Membuka mata di pagi hari kedua tahun 2018 ini, saya mendapati sebuah status di Facebook seorang senior yang sangat menginspirasi di masa SMA.

Waktu yang kita punya hanya pagi, siang, dan malam. Bila menunda berbuat baik di waktu pagi maka siang pun datang. Bila siang lupa lagi, maka malam pun menjelang. Komitmen esok hari dimulai dari hari ini dan sekarang.

Postingan pertama di awal 2018 ini, semoga menjadi awalan yang baik untuk resolusi sepanjang tahun. Sebagai pengingat di sepanjang hari bahwa waktu terus berjalan. Komitmen hari ini, esok hari, lusa, hingga 31 Desember 2018 nanti sudah ditetapkan porsinya masing-masing. Mengambil jatah waktu pada porsi pekerjaan tertentu, bisa dianalogikan seperti korupsi waktu. Menunda-nunda mengerjakan sesuatu yang sudah dijadwalkan artinya mengingkari janji kepada diri sendiri. Ingkar janji : salah satu ciri orang munafik. Dan miris sekali jika menjadi munafik kepada diri sendiri.

Semoga tahun ini menjadi titik balik segala refleksi yang kita lakukan pada tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya. Harapan dan mimpi, tak kenal waktu dan usia. Percaya sepenuhnya bahwa tak ada kata terlambat untuk mewujudkan sesuatu. Saatnya kita berbenah diri, menjadi pribadi yang percaya dan bangga pada kemampuan diri. Yang mampu mewujudkan segala hal yang ingin dan harus kita jalani dan penuhi.

Bismillah, welcome 2018!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s