Alhamdulillah

Tahun ini diawali dengan hal baik.

Nilai-nilai yang keluar di semester 3 ini cukup memuaskan.

Seminar proposal berjalan lancar dan memperoleh nilai yang memuaskan.

Planning untuk liburan panjang selama sebulan sudah di depan mata. Tinggal tunggu visa keluar, dannnnn

voila!

Hello Taipei, hi Osaka 😀

Semoga di semester depan menjadi semester terakhir aku berkuliah magister. Semoga segala yang kuusahakan berjalan lancar. Semoga studiku yang sebelumnya, yang selesainya lama beut itu, 6.5 tahun baru selesai, menjadi pelajaran untuk studi yang sekarang. Cukup sudah, pahit rasanya. Gak usah diulang lagi.

Aku ingin lulus tepat waktu!!! 2 tahun cukup! AMIIINNN *yang kenceng*

Semoga awal yang baik di tahun ini menjadi pertanda hal-hal baik berikutnya. Di sepanjang tahun. Bismillah.

Advertisements

Baru tau ternyata..

Materai itu kayak uang, klo basah gak langsung benyek.

Selama ini kalo salah nulis di surat yang udah terlanjur ditempel materai, cara mencabut materainya maksa bet. Dengan penuh kehati-hatian menarik lepas si materai dari si surat sehingga mengakibatkan (seringnya) materainya yang robek/ketipisan. Klo kertasnya yg robek ikut belakang si materai mah no problemo ya.

Barulah belakangan ini dikasih tau sama ayah pas mengoreksi surat yg salah. “Ni suratnya masih ada yang salah. Perbaiki dulu”. Padahal dah ditempel materai. Niat hati mau buka materai pake cara paksa yang tadi. Tapi mungkin niat tak cerdas itu terbaca oleh beliau.

“Tau kan cara buka materai supaya gak robek?”

“Tau yah”. Dalam hati : songket aja pelan-pelan pake cutter atau silet.

“Tau kan? Basahin dulu, atau rendam surat ni di bagian materai. Jangan langsung dicopot. Tunggu kertasnya gembung dulu, udah nyerap banyak air. Baru tarik materainya”

“Emangnya materainya gak ikut lembek? Soalnya kan materai bisa sobek juga yah”

“Gak. Bahannya kayak uang kertas, tapi gak sekuat uang. Cuman ya lebih kuat dari kertas biasa”

Oooo waaww.. Baru tau.. Kalo materai itu tu begitu.. Rupanya ada cara begitu..

Ketika kucoba cara rendam itu, oke sih aman sekali. Gak ada kertas yang ngikut di belakang materai, dan gak ada bagian materai terkikis.

Okesip. Ilmu baru. Cara mencopot materai tanpa kehati-hatian ekstra.

Tentang Menunda-nunda

Membuka mata di pagi hari kedua tahun 2018 ini, saya mendapati sebuah status di Facebook seorang senior yang sangat menginspirasi di masa SMA.

Waktu yang kita punya hanya pagi, siang, dan malam. Bila menunda berbuat baik di waktu pagi maka siang pun datang. Bila siang lupa lagi, maka malam pun menjelang. Komitmen esok hari dimulai dari hari ini dan sekarang.

Postingan pertama di awal 2018 ini, semoga menjadi awalan yang baik untuk resolusi sepanjang tahun. Sebagai pengingat di sepanjang hari bahwa waktu terus berjalan. Komitmen hari ini, esok hari, lusa, hingga 31 Desember 2018 nanti sudah ditetapkan porsinya masing-masing. Mengambil jatah waktu pada porsi pekerjaan tertentu, bisa dianalogikan seperti korupsi waktu. Menunda-nunda mengerjakan sesuatu yang sudah dijadwalkan artinya mengingkari janji kepada diri sendiri. Ingkar janji : salah satu ciri orang munafik. Dan miris sekali jika menjadi munafik kepada diri sendiri.

Semoga tahun ini menjadi titik balik segala refleksi yang kita lakukan pada tahun lalu, dan tahun-tahun sebelumnya. Harapan dan mimpi, tak kenal waktu dan usia. Percaya sepenuhnya bahwa tak ada kata terlambat untuk mewujudkan sesuatu. Saatnya kita berbenah diri, menjadi pribadi yang percaya dan bangga pada kemampuan diri. Yang mampu mewujudkan segala hal yang ingin dan harus kita jalani dan penuhi.

Bismillah, welcome 2018!