Meluruskan Niat Menuntut Ilmu

Dikutip dari Meluruskan Niat Menuntut Ilmu

Meluruskan Kembali Niat Menuntut Ilmu 

   Oleh: Dasep Kurniawan

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dikisahkan ada tiga orang manusia yang masuk neraka bukan karena dia melakukan kemaksiatan, tetapi justru karena dia melaksanakan amal sholeh, cuma sayang ketika dia melaksanakan amal sholehnya tidak didasari dengan niat yang ikhlas karena Allah, tetapi ingin dipuji dan dipuja manusia.

Orang pertama yang masuk neraka adalah seorang syuhada (yang mati di medan perang) tetapi sayang dia berperang bukan karena Allah tetapi karena dia ingin disebut pahlawan oleh kaumnya.

Orang kedua yang masuk neraka adalah seorang ulama yang menyebarkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat, tetapi sayang dia melakukan itu bukan karena Allah, tetapi karena ingin mendapat popularitas supaya disebut seorang ulama besar yang dihormati.

Dan orang ketiga yang masuk neraka adalah orang kaya yang dermawan yang selalu menginfakkan hartanya di jalan Allah, suka membantu dan menolong fakir miskin, tetapi sayang dia melakukan itu bukan karena Allah tetapi ia ingin mendapat pujian dan penghormatan dari  masyarakat sebagai seorang dermawan.   Dari kisah hadits di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa salah satu syarat utama diterimanya amal baik seseorang adalah niat yang ikhlas semata-mata karena Allah I, hal ini dijelaskan dalam hadits Nabi:

اِنَّمَااْلاَعْمَالُ باِالنِّيَّاتِ, وَاِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَانَوَى …

  “Tiap-tiap amal harus disertai dengan niat, dan balasan bagi setiap amal manusia tergantung kepada apa  yang diniatkannya…” (H.R. Bukhari)   Salah satu amal baik kita yang perlu diluruskan niatnya adalah menuntut ilmu. Karena di zaman sekarang ini banyak orang yang sekolah tinggi dengan memakan biaya besar dan memakan waktu yang lama, tidak diniatkan ikhlas karena Allah, tetapi semata-mata ingin mendapat gelar, pangkat atau kedudukan yang bersifat duniawi.   Oleh karena itu, supaya menuntut     ilmu  yang   kita    lakukan     berhasil / sukses, tidak sia-sia, dan supaya bernilai ibadah di sisi Allah, maka dalam menuntut ilmu baik secara formal (di sekolah) maupun non formal (di lingkungan masyarakat) maka kita perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Ketika menuntut ilmu kita harus benar-benar meluruskan niat dengan ikhlas semata-mata ibadah kepada Allah, bukan karena takut sama orang tua, guru atau ingin mendapat gelar semata dan niatan lain yang akan dapat menghapus pahalanya nanti di akhirat.

2. Setelah meluruskan niat, kita harus juga menyempurnakan ikhtiar dengan cara belajar dengan tekun, ulet, sungguh-sungguh, dan tanpa putus asa, serta lakukanlah dengan penuh kedisiplinan, karena tiada kesuksesan tanpa kedisiplinan. Misalnya kalau di sekolah jangan hanya mau belajar itu kalau akan ulangan, dan jangan belajar itu hanya ingin mengejar nilai yang bagus semata tetapi lakukanlah belajar (menuntut ilmu) itu setiap hari baik akan ada ulangan atau tidak, sedangkan hasilnya kita pasrahkan (tawakal) saja kepada Allah. Karena Allah menilai amal belajar kita bukan hasil belajarnya (nilai ulangannya) tetapi Allah menilai prosesnya (kegigihan, kesungguhan  dan keikhlasan kita dalam menuntut ilmu).

3. Iringilah ikhtiar kita dengan selalu berdo’a kepada Allah Swt., karena tanpa pertolongan-Nya usaha kita akan sia-sia.   Mudah-mudahan dengan kiat-kiat di atas kegiatan kita menuntut ilmu akan sukses dan menjadi amal sholeh yang diterima di sisi Allah Swt..

Ingat ! Allah tidak menilai hasilnya, tetapi Allah menilai prosesnya.

Maka luruskanlah niat dan sempurnakan ikhtiar