Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa?

Give it some thought..

akar rumput

… Belajar pemrograman (ngoding) itu tidak seperti belajar matematika di jaman SMA, kalau nilainya kurang bagus bisa ikut BimBel atau Les Privat, latihan ngerjakan soal-soal yang mirip dengan soal-soal diujian. Karena ngoding itu tentang cara berfikir dan skill menyelesaikan permasalahan komputasional – A Random Thought

belajar_coding Ilustarsi: Code Program Java

Hari ini di milis dosen jurusan saya isu itu muncul kembali. Lagi-lagi, para dosen mengeluhkan semakin banyak mahasiswa yang tidak bisa ngoding di Jurusan yang meluluskan para Sarjana Komputer itu. Dulu, kurikulumnya yang dituduh jadi biang kerok karena banyak mata kuliah pemrograman yang tidak dimunculkan tapi disisipkan di mata kuliah yang lain. Sekarang ketika kurikulum sudah diganti dengan yang baru, dimana mata kuliah – mata kuliah pemrograman itu dimunculkan kembali, nyatanya juga sama saja. Semakin banyak saja mahasiswa yang masih tidak bisa. Mungkin, tidak lebih dari 20% saja mahasiswa yang menguasai core skill sarjana komputer ini. Bahkan, bukan rahasia lagi yang…

View original post 1,971 more words

Predestination (2014) Review Part 1

Here it comes another movie review. First thing I want to say is, I’m gonna give a huge spoiler about this movie. So, be prepared in case you don’t wanna know, just leave a comment and close this tab, it’s okay 😥

Saya nonton Predestination ini tadi malam, dan masih terngiang-ngiang sampe sekarang. Rekomendasinya dari abang-abang jualan film, katanya ini film bagus banget tentang science-fiction, dari semua film yang dia punya dia rekomendasiin film ini untuk kategori film (lumayan) terbaru yang wajib ditonton.

predestination

Cerita berawal dari seseorang yang nantinya diketahui adalah seorang agen yang sedang berjalan menenteng koper memasuki sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu dia berusaha menjinakkan bom, tapi seseorang mengalihkan perhatiannya sehingga di detik terakhir dia terburu-buru memasukkan bom itu ke dalam koper dan terlambat menutupnya, yang akibatnya dia terkena ledakan dan seluruh wajahnya habis dilahap api. Di tengah erangannya dia berusaha meraih kotak biola yang terlempar agak jauh, namun dia beruntung ada seseorang yang membantu mengambilkan kotak biola tersebut. Sambil tertatih dia menekan-nekan tombol yang ada di kotak biola itu daaaann scene beralih ke sebuah ruangan dimana dia dirawat.

Si agen selamat dan mendapatkan perawatan dari dokter khusus. Sang dokter melakukan serangkaian operasi plastik sehingga wajah agen tersebut berubah drastis. Selagi dirawat, si agen mendapat kunjungan dari koleganya yang berkata dia tak perlu menangani kasus bom itu lagi dan beristirahat hingga pulih total.

Singkat cerita, dia mulai sembuh dan mulai beraksi kembali sebagai agen. Di sela waktu dia selalu merekam suaranya seperti diary dan perintah untuk dilakukan agen berikutnya. Sebagian isi dari rekaman tsb berbunyi : “Misi pertama kita sama pentingnya dengan misi terakhir kita. Satu sama lain mendekatkan kita pada tujuan akhir. Waktu selalu menangkap kita, meski itu bidang pekerjaan kita. Bisa dikatakan kita berbakat. Jesus, kedengarannya sombong. Baiklah, kuperbaiki. Bisa dikatakan, kita ditakdirkan untuk pekerjaan ini.”

6 November 1970. Si agen berada di sebuah bar menjadi seorang bartender. Sekian menit berlalu masuk seorang pria yang duduk memesan minuman. Si agen melirik jam tangannya dan si pria, seolah-olah dia menunggu kedatangannya. Dia mencoba mengajak si pria berbincang-bincang. Awalnya si pria terlihat tidak ingin diganggu dan tidak suka dengan cara si bartender memulai percakapan, namun bartender mendapatkan perhatiannya karena dia berkata suka cerita pengakuan yang ada di majalah, dan si pria ternyata adalah penulisnya dengan nama pena The Unmarried Mother. Dalam percakapannya si bartender terkejut penulisnya adalah seorang pria (padahal jalan cerita pengakuan itu tertuang dalam sudut pandang wanita), dan si penulis juga terkejut si pria membaca cerita tsb (padahal cerita genre itu diperuntukkan untuk wanita). Si penulis bekata ada kisah asli dibalik cerita itu dan sampai sekarang dia belum mempublikasikannya. Bartender bertaruh sebotol wine bahwa cerita aslinya tidak sebagus cerita fiksi karangannya, akhirnya si pria mulai bercerita kisah aslinya, yang tidak lain adalah kisah hidupnya sendiri. Si pria mulai bercerita: “Ketika aku masih gadis kecil… (dijelaskan bahwa dia adalah seorang transgender).

13 September 1945. Seseorang berjalan memasuki pekarangan panti asuhan, meletakkan seorang bayi perempuan yang mana adalah dirinya sendiri di depan pintu dan pergi meninggalkannya. Si bayi tumbuh besar dan diberi nama Jane. Jane unggul dalam pelajaran Fisika dan Matematika. Dia juga unggul dalam beladiri, dia senang berkelahi bahkan mengungguli laki-laki. Dia merasa tidak rupawan, tidak seperti gadis-gadis pada umumnya yang suka bersolek, bahkan dia tidak ingin melihat cermin semasa remaja hingga dewasanya. Pada umur 18 tahun seseorang dari perusahaan SpaceCorp datang ke sekolahnya untuk merekrut perempuan-perempuan yang pintar di bidang Matematika dan fisika serta memiliki fisik dengan daya tahan yang kuat untuk dilatih menjadi astronot. Jane melewati tahap demi tahap seleksi, namun di tengah-tengah dia terlibat perkehian yang berakibat dikeluarkan dari proses seleksi tsb. Tak punya keluarga, dia memutuskan untuk cari pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. Pagi bekerja, malam mengikuti kursus table-manner. Tiap malam selesai kursus biasanya dia langsung pulang, namun tidak malam itu. Malam itu hujan dan dia berteduh di suatu tempat, tak sengaja dia menabrak seorang pria. Berawal dari kebetulan itu mereka sering bertemu, dan akhirnya berhubungan intim. Sekian bulan berlalu ketika mereka sedang berpacaran di taman, pria itu berkata pada Jane kalau dia akan pergi sebentar dan akan kembali dengan segera. Namun ternyata dia tak pernah kembali.

Si penulis berhenti bercerita. Terlihat jelas dia sedang memendam amarah. Dia melanjutkan ceritanya. Si pria tidak kembali dan meninggalkan dia dalam keadaan hamil. Di saat yang tidak tepat SpaceCorp memintanya kembali untuk masuk ke dalam tim (dengan pertimbangan dia adalah orang yang tepat : selain akademik dan fisik, dia juga tak punya keluarga) tapi hal itu tidak mungkin karena dia sedang hamil. Di saat itu dia merasa sangat marah dengan pria yang telah meninggalkannya itu, jika dia tidak hadir di kehidupan Jane tentu Jane tidak hamil dan bisa mewujudkan mimpinya menjadi seorang astronot. Singkat cerita, Jane pun melahirkan anak perempuan. Pasca melahirkan caesar, dokter berkata bahwa dia menemukan kejanggalan pada organ reproduksi Jane, Jane memiliki kelamin ganda. Karena pendarahan berlebih akibat melahirkan, memaksa dokter untuk melakukan histerektomi yaitu pengangkatan rahim. Mendengar hal tsb Jane sangat terkejut, itu artinya organ kewanitaannya tak ada lagi dan ia sedang direkonstruksi menjadi laki-laki. Dalam kesendirian dan perubahan kelaminnya, satu-satunya harta dalam hidupnya adalah bayi perempuannya, yang dinamai atas namanya ketika pernah menjadi wanita, Jane.

Namun malangnya dia, anak yang menjadi harapan pun diculik orang. Dia dalam kembali bangkit dan mencoba mencari pekerjaan, bekerja jadi koki di restoran, mencoba melamar jadi astronot ke SpaceCorp lagi dengan kondisi kelamin yang berbeda, hingga akhirnya menjadi penulis dengan nama pena The Unmarried Mother.

Selesai bercerita, si penulis berkata pagi ini dia menemukan dirinya sudah menjadi pria yang matang secara reproduksi. Dan si bartender menyalaminya memberikan selamat. Antara malu dan berbangga, si penulis berkata banyak perawat yang berkata dia tampan. –Dan yeah, si penulis (diperankan oleh Sarah Snook), dengan bantuan makeup memang terlihat ganteng untuk ukuran perempuan yang bertransformasi jadi laki-laki–

Mirip Leonardo DiCaprio gak? XD
Mirip Leonardo DiCaprio gak? XD

Wah ternyata panjang juga, btw ini udah setengah jalan cerita (belum masuk klimaks), besok dipost lagi lanjutannya.