This life is about…

How much you can grab

And

How much you can share

 

So, grab everything and share everything!

Advertisements

Cepat atau lambat

Kita akan berjalan sendiri-sendiri.

Jauh dari keluarga.

Jauh dari sanak saudara

Jauh dari karib kerabat

Jauh dari teman sejawat

Dan akan menemukan keluarga, sanak saudara,dan karib kerabat, dan teman sejawat yang baru.

 

So, nothing to be worry.

Idea

Ide adalah suatu hal yang mencerahkan kadang juga memburamkan. Kalo di film-film kartun digambarkan sebagai lampu neon yang bersinar di kepala seseorang yang tersenyum girang dengan tangan menggenggam dan telunjuk terangkat ke atas.

Ada apa dengan ide? Mengapa harus dibahas?
1. Karena ide adalah hal krusial untuk kelangsungan hidup kita
2. Karena ide sulit ditemukan

Saya bingung harus menjelaskan darimana. Intinya saya cuma mau bilang kalo saya tidak terlalu suka mendengarkan suatu hal dengan topik pembicaraan yang sama diulang-ulang dengan frekuensi berlebihan tapi pada akhirnya tidak menghasilkan progress apapun. Dengan kata lain : jalan di tempat.

If you cannot give any solution, then just shut the fuck up and go somewhere else to find.

What we need is just IDEA IDEA IDEA!

P.S. : This can be dialogue or monologue.

Mengatasi depresi dengan BERNYANYI

Pernahkah kamu merasa sangat stres dan tidak sanggup menghadapi apapun lagi dalam hidup ini?

Rasanya seperti ditimpa beban yang sangat berat luar biasa dan dipaksa untuk terus-menerus dibawa kemanapun kamu pergi?

Saya pernah mengalaminya. Sering malah.

Biasanya ketika sudah sampai tahap depresi yang demikian akutnya membuat saya mencari pelarian (tentu saja yang aman).

Di saat-saat kritis seperti ini, di saat curhat ke orang-orang terdekat pun terasa sia-sia, di saat rasanya tak ada satu manusia pun di dunia ini yang memahami apa yang kita rasakan, dan ketika berusaha membeberkan segala hal (kronologis, sebab akibat) kita malah dituduh terlalu perasa dan penyendiri, sok tau, bahkan aneh, rasanya ingin teriak THIS LIFE SUCKS!

Saya telah mencoba berbagai metode penyembuhan penyakit galau tingkat akut ini, dari mulai yang seperti kata Aa’ Gym:

“Obat hati ada 5 perkaranya

Yang pertama baca Qur’an dan maknanya
Yang kedua shalat malam dirikanlah

Yang ketiga berkumpullah dengan orang shaleh

Yang keempat perbanyaklah berpuasa

Yang kelima zikir malam perpanjanglah

Salah satunya siapa bisa mengamali moga moga gusti Allah mencukupi”

Sampai yang kayak kata Sule : “Kalo galau, jangan risau, pake KARTU AS!”

Semua option di atas sudah saya lakukan dan hasilnya nihil.

Yeah, sebenernya gak sepenuhnya nihil, saya akui ada beberapa poin yang ketika saya melaksanakannya terasa dampak yang lebih baik, lebih melegakan, akan tetapi tidak berlangsung lama.

Akhirnya saya mencoba cara lain, dengan bernyanyi.

Saya tipikal manusia melankolis, saya sering mendengarkan lagu-lagu slow dan menyentuh.

Jadi pada suatu malam saya terjaga dari tidur dan mendapati keadaan kamar yang gelap gulita, berarti mati listrik, karena sebelum tidur saya tidak mematikan lampu.

Entah kenapa tiba-tiba saya teringat akan masalah saya dan merasa jadi sedih luar biasa. Yang terlintas di pikiran justru lagu yang saat itu sering saya putar : Hey Jude-nya The Beatles.

Mulut saya refleks menyanyikan lagu Hey Jude dengan tempo yang lebih lambat. Di atas tempat tidur masih dengan posisi terlentang, di tengah-tengah lagu tak terasa air mata saya keluar secara konstan tanpa bisa dihentikan. Lagu yang sama saya ulang berkali-kali dan sukses membuat bantal saya seakan bisa diperas. Lalu tiba-tiba lampu menyala, saya mematut diri di cermin dan mendapati muka  dan mata yang gembung. Kemudian saya ke kamar mandi dan mencuci muka. Sekembalinya dari kamar mandi, saya mematut diri lagi di cermin dan merasakan kelegaan yang luar biasa.

Besoknya, ketika macet menerjang dan saya yang bersepeda pun mau tak mau harus ikut terseret dalam arus biadab ini, daripada mengumpat–emang barusan bukan ngumpat– lebih baik saya bernyanyi. Tak peduli reaksi apapun yang datang dari sebelah-sebelah saya.

Di lain kesempatan, saya mencoba cara bernyanyi yang lain : karokean. Walaupun sudah umum di masyarakat, saya masih merasa canggung ketika saya bernyanyi dan yang lain mendengarkan. Tapi saya lebih memilih untuk tidak peduli dan mengekspresikan segala kegundahan saya lewat lagu yang saya nyanyikan. Alhasil kata mbak-mbak yang ikut karokean sama saya “Si Anna ternyata gila ya”.

Jadi intinya, kalo galau itu jangan lama-lama, move on dong!

Ada banyak cara buat ngatasin galau itu, salah satunya dengan nyanyi ini, pilih lagu yang mendeskripsikan perasaan kita saat itu, lalu bernyanyilah! Dan itu cukup ampuh, trust me it works!

Di kesempatan berikutnya, saya akan bernyanyi ketika naik gunung, manjat tower, dan naik roller coaster.

Ngemil sambil bersepeda

Saya gak tau apa spesialnya ini.

Yang jelas saya senang ketika secara tidak sengaja saya menemukan cara bersenang-senang.

Padahal ini simpel banget.

Saya Cuma beli gorengan yang harganya Rp200 (heh, emang ada? Ada dong, Bandung gitu lo), lalu saya gantung plastik bungkusnya itu di setang sepeda. Lalu saya bersepeda.

Tiap 100 meter mengayuh saya merogoh bungkus gorengan itu dan mengambil sebuah gorengan secara acak(ada bala-bala a.k.a bakwan, cireng, onde-onde, molen, combro, semua dalam versi mini).

Saya mengambilnya masih dalam posisi mengayuh sepeda, lalu saya makan itu gorengan sambil terus mengayuh sepeda. Sesekali saya melepas kedua tangan dari setang dan mengendarai sepeda tanpa kemudi.

Jika saya membeli gorengan tersebut seharga Rp2000 maka saya menghabiskan semuanya sepanjang 1 km perjalanan (saya gak ngukur seakurat itu juga hoho).

Setelah semuanya habis, saya meremukkan bungkus gorengan tersebut dengan kedua tangan(masih tetap mengayuh sepeda) dan ketika menemui tempat sampah umum, saya melemparnya kemudian mengangkat kedua tangan ke atas, lalu turun ke belakang kepala, lalu saya tertawa hahaha.

Saya mudah depresi dengan hal-hal sepele, tapi saya juga mudah senang dengan hal-hal sepele.

Banyak hal yang gak penting banget yang saya senangi dan saya banggakan, entah kenapa saya juga gak tau.

Seperti ngemil sambil bersepeda ini, rasanya….. sesuatu 😀