Mengamputasi Sifat Melankolis

walau menurut sebuah artikel psikologi yang pernah saya baca, sifat melankolis merupakan sifat yang paling kaya, tapi sesungguhnya pemilik sifat ini amat sangat tersiksa memilikinya.

berantaaaassssssssssssssss segeraaaaaaaaaaaa!!!! aaaaarrrrrggghhhhhhhh

Advertisements

Khayalan dan Impian

Khayalan dan impian, selintas mirip tapi sebenarnya berbeda jauh. Keduanya sama-sama berasal dari imajinasi. Imajinasi manusia itu luas tak terbatas. Saya pernah menonton film tentang anak kecil jalanan yang kelaparan sekali. Ia miskin dan tak punya sedikitpun bahan makanan untuk dimakan. Perutnya keroncongan luar biasa tapi yang ada di hadapannya hanyalah sehelai koran dengan gambar sepiring nasi goreng. Ia memandangi gambar itu terus-menerus hingga akhirnya tertidur di emperan. Ia tertidur dengan perasaan sudah makan.

Begitulah kuatnya imajinasi. Imajinasi mampu membuat orang yang kelaparan menjadi kenyang. Mampu membuat orang yang tidak begitu cantik tampak teramat sangat cantik. Mampu membuat orang yang teramat malas manjadi rajin. Dan masih banyak sekali yang mampu disulap oleh imajinasi.

Imajinasi merupakan karya otak, produk yang dihasilkan oleh otak. Imajinasi yang sangat kuat sama halnya seperti hipnotis, membuat seseorang lupa diri. Mengapa? karena imajinasi melambungkanmu jauh ke atas.

Sebenarnya inti dari postingan ini ialah saya mau menekankan pada kuatnya daya imajinasi seseorang sampai membuat dia berkhayal seperti dihipnotis. Membuatnya seolah tidak sadarkan diri dan tidak bisa mengukur kemampuan diri. Lain halnya jika imajinasi tersebut mampu menggerakkan segala potensi diri sehingga orang tersebut mampu mewujudkan impiannya. Inilah letak perbedaan yang sangat jelas antara impian dan khayalan. Keduanya sama-sama produk otak, tapi satunya lebih sadar(concious), satu lagi terus-menerus tidak sadar dan tidak segera menyadarkan diri(unconcious).

Khayalan itu bisa dideskripsikan dengan mabuk dalam akal. Sedangkan impian itu berakal tajam.

Yang manakah yang pernah kamu alami?

What is passion?

 

Banyak orang berkata : “Siapa sih yang gak punya passion? gak mungkin ada manusia yang gak punya passion. gak mungkin ada orang yang gak menginginkan sesuatu, meminati sesuatu, semua orang pasti punya sesuatu yang ingin diwujudkannya.”

tapi tak sedikit pula orang yang berkata : “Sampe detik ini aku gak tau mau jadi apa. aku gak tau aku suka apa. aku gak tau musti ngapain.”

dua karakter orang di atas berbalik seratus delapan puluh derajat. Kamu pernah merasakan keduanya? Mungkin ya, mungkin tidak.

Saya kenal banyak orang yang seperti gambaran pada karakter pertama. saya juga kenal banyak orang seperti karakter kedua. sedangkan saya sendiri pernah merasakan berada di kedua karakter tersebut.

Memiliki passion itu rasanya seperti terbang ke angkasa, tak terbatas, dan bergerak bebas. Sebaliknya tak punya passion membuatmu stuck, tak bersemangat, dan berasas:hidup-ini-buat-apa-sih.

Passion itu seperti bahan bakar yang membuat kehidupanmu jauh lebih hidup. Passion itu membakar semangatmu. Passion itu membuat pikiranmu jauh lebih dinamis. Passion itu adalah nyawamu.

Ketika kamu hidup tanpa passion rasanya seperti mayat hidup. Tak berasa. Hampa. Kosong.

Passion bisa berarti apa saja, bisa objek, benda, manusia, event, apapun.

Back to title, what is passion?

——> Passion is something you want so bad till makes you cry.

 

How to fulfil your passion? there’s only one answer : DO. Just do it.

Ah, tapi gak ada temennya. Ah, aku takut sendirian. Ah, males banget terasing disitu.

 

Come on, don’t let friends choose your passion. But let passion choose your friends.