MONK!

Tahukah kamu judul di atas itu apa? Itu adalah salah satu serial TV favorit saya. Judul drama ini adalah MONK.

Bagi yang baru pertama kali mendengar, mungkin ada yang mengira itu merupakan singkatan, atau istilah. Tidak, tidak keduanya. Monk itu adalah nama orang, namanya Adrian Monk. Serial TV ini bercerita tentang seorang duda tak beranak yang juga detektif  tetapi phobia terhadap ketidakteraturan. Seperti slogan drama ini : Obsessive, Compulsive, Detective.

Di awal cerita, Monk memang sudah memiliki sifat  phobia terhadap ketidakteraturan. Semua yang dia kenakan, komsumsi, dan gunakan, semuanya harus steril dari segala macam hal yang meragukan. Baju-bajunya sejenis semua: jas dan celana coklat, serta kemeja putih.  Semuanya digantung di hanger. Itupun harus berurutan, yang paling kiri haruslah 2 pasang seragam kepolisiannya.

Oh ya, btw kok ada seragam kepolisian?

Nah, usut punya usut, ternyata dulunya Monk adalah seorang polisi di San Fransisco. Dia menangani kasus-kasus sulit. Semenjak istrinya meninggal karena bom yang meledak di mobilnya, Monk menjadi trauma sehingga kejiwaannya terganggu dan menjadi seperti sekarang ini. Setelah diterapi oleh seorang psikiater, Monk menjadi sedikit ‘agak normal’ dan ia mulai turut serta membantu kepolisian San Fransisco memecahkan kasus-kasus sulit dengan otak jeniusnya–tapi tidak sebagai polisi, melainkan detektif bayaran.

Karena Monk masih sedikit ‘agak normal’—-dalam konteks keteraturan—-, dia membutuhkan seorang asisten. Dalam masa perawatannya bersama psikiater tadi, ia juga dirawat oleh seorang perawat, namanya Sharona Fleming. Nah, Sharona inilah yang menjadi asisten Monk dalam menanganki kasus. Kenapa? Karena sejauh ini tidak ada orang yang mengerti Monk melebihi Sharona. Malahan sebenarnya Sharona terpaksa, yaiyalah mana ada orang yang mau ngurusin orang yang mempermasalahkan hal yang sepele banget, kayak menggantung payung, musti sejajar semua, wakakaka. Tapi justru disitulah kocaknya 😀

Dari sini, petualangan mereka dimulai!

Serial TV Monk ini dimulai tahun 2002. Cuma saya baru nonton  pertengahan tahun 2010 kemaren, itupun baru  sampe season 2, lagi ngumpulin duit buat beli season 3 :D. Menurut saya drama ini ringan dan kocak. Tapi alurnya mudah ditebak, kayak Scooby Doo gitu deh. Kasus yang ditangani Monk dominan tentang pembunuhan. Sering terkesan monoton dan sedikit sekali improvisasi alur.

Walau demikian, saya kasih ****—-> 4 bintang buat serial TV ini! Recomended lah, gak bakalan nyesel.  Ini nih fotonya Monk, Lihat baik2.

You see? How well-organized he is!

Saya jadi teringat teman kosan saya, namanya Nilam. Persis kayak si Monk ini. Ada satu lagi yang lebih mirip Monk, namanya  Yustina Dhyanti. 😀

Advertisements

One thought on “MONK!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s